MENDENGAR kata Dieng yang terbayang tentu sebuah tempat di dataran tinggi kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah. Kawasan Dieng ini masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.
Dieng memiliki ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu berkisar 12-20 derajat celcius di siang hari dan 6-10 derajat celcius di malam hari. Bahkan, pada musim kemarau, suhu udara dapat mencapai 0 derajat celcius. Maka tak keran bila kawasan Dieng selalu berkabut tebal.
Nah! Mutiara Travel Cirebon mengajak fajarsatu.com traveling melihat pesona kabut di Puncak Sikunir, Dieng, Jawa Tengah.
Dataran Tinggi Dieng yang juga dikenal sebagai negeri di atas awan hingga negerinya para dewa ini memang memiliki landskap alam yang luar biasa indahnya. Bahkan mayoritas potensi wisata di Wonosobo dan Banjarnegara berada di kawasan ini.
Satu lagi tempat yang luar biasa untuk menyaksikan golden sunrise di Puncak Sikunir, sebuah kawasan perbukitan yang terletak di Desa Sembungan.
Julukan Negeri Atas Awan tampaknya bukan tanpa alasan. Pasalnya, dii lembah puncak Bukit Sikunir sebelum fajar menyingsing selalu tertutup kabut putih yang membuat para pengunjung bagai berada di atas awan.
Belum lagi matahari terbitnya yang terlihat super indah, hingga dijuluki sebagai matahari terbit emas atau golden sunrise karena sinarnya yang memancarkan cahaya keemasan.
Ketika kabut perlahan menyingsih, terbukalah panorama indah desa-desa yang masih diselimuti kabut. Candi-candi dan pepohonan bermunculan di sela-sela kabut, membuat kawasan Dieng seperti berada di atas awan.
Jadi, sebutan negeri atas awan itu bukan sekedar isapan cerita tetapi memang benar-benar ada di depan mata.
Sebuah tips apabila mau jalan-jalan ke Dieng persiapkan kondisi fisik, terutama bagi pengunjung yang tidak tahan terhadap udara dingin. Suhu di Dieng cukup dingin, jika tidak hati-hati malah bisa jatuh sakit dalam perjalanan yang seharusnya bisa membuatmu senang.
Caranya, bawalah jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala ke dalam tas yang akan dibawa. Jika perlu hanya butuh membawa tiga helai baju untuk perjalanan 2 hari 1 malam, khusus untuk perjalanan ke Dieng Hipwee disarankan membawa baju lebih dari kebutuhan. Dinginnya udara Dieng seringkali harus membuatmu mendobel pakaian.
Bagi yang tidak menggunakan jasa perusahaan travel wisata, untuk bisa sampai ke Dieng bisa menggunakan menggunakan bus dengan waktu tempuh sesuai tempat pengunjung berasal. Setelah sampai di Wonosobo, turunlah di terminal Mendolo, kemudian naik mikro bus yang banyak di temui di sekitar terminal.
Bagi pengunjung berkelompok sebaiknya menggunaka jasa travel wisata sehingga pengunjung dapat fokus menikmati panorama indah puncak Sikunir tanpa ribet memikirkan tempat istirahat, makanan dan kendaraan.
Selama perjalanan menuju Dieng, banyak dijumpai pemandangan alam yang mempesona. Tanaman hijau membentang sejah mata memandang. Persawahan dengan terasering dan bukit yang ditumbuhi pepohonan hijau adalah pemandangan langka ditemui, terutama bagi pengunjung dari kota besar. Perjalanan ini biasanya dapat ditempuh selama 60 menit.
Sesampai di sana maka bersiaplah menuju puncak Bukit Sikunir. Perjalanan menanjak paling cepat 30 menit tergantung kekuatan fisik pengunjung. Untuk sampai ke puncak, kebanyakan pengunjung berangkat dari base camp setelah tengah malam, agar tidak kehilangan tempat strategis untuk melihat kemunculan matahari terbit (golden sunrise). (irgun)