CIREBON – Gebyar Seni 2022 sebagai sebuah perhelatan seni tahunan bagi siswa yang diselenggarakan oleh SMP Negeri (SMPN) 1 Tengahtani, Kabupaten Cirebon.
Sempat sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, tahun ini perhelatan seni tahunan kembali digelar selama dua hari, Selada-Rabu (29-30/3/2022).
Kini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes), konsep perhelatan diselenggarakan lebih fokus pada pementasan seni siswa yang diikuti oleh 15 tim dari siswa kelas IX.
Menurut Humas SMPN 1 Tengahtani sekaligus Panitia Penyelenggara Acara, Ade Kuswanti, SPd mengatakan, selain sebagai ajang kreatifitas siswa dalam berkesenian, acara ini juga sekaligus sebagai bagian dari program penilaian bagi sekolah terhadap mata pelajaran terkait, sehingga seluruh siswa kelas IX harus terlibat.
“Ada sebelas guru dari beberapa mata pelajaran yang turut memberikan penilaian terhadap penampilan para peserta pada tahun ini,” kata Ade.
Acara Gebyar Seni 2022 yang dibuka Kepala SMPN 1 Tengahtani, Achmad Maulana Akbar, S.Pd, MM mengatakan, sangat menaruh harapan besar terhadap pengembangan bakat dan seni siswa sebagai suatu kekuatan dan identitas yang selama ini secara konsisten terus mengusung kesenian yang bersumber dari budaya daerah.
“Walaupun perhelatan ini dilakukan dalam kondisi yang sangat terbatas, karena tidak disaksikan oleh masyarakat maupun dinas instansi terkait seperti periode sebelumnya, namun spiritnya tetap tampak dari beragam penampilan siswa yang begitu semangat dan percay diri,” ujar Achmad.
Dalam Gebyar Seni 2022 tersebut, para siswa menyuguhkan tarian, antara lain Tari Sekar Keputren, Ronggeng Bugis, Tari Batik, Tari Sintren dan Tari Bedaya.
“Selain itu tampil juga peserta lainnya yang membawakan lagu-lagu daerah Cirebon dengan iringan musik gamelan serta tari kreasi baru,” sambung Achmad.
Sementara, Guru Seni di SMP Negeri 1 Tengah Tani, Waluya, S.Pd mengatakan, selama ini sekolah memberikan kebebasan pada pilihan materi yang ingin ditampilkan oleh siswa.
“Namun demikian, penampilan Ronggeng Bugis menjadi salah satu suguhan siswa yang paling dinanti dan menjadi semacam penampilan yang selalu ada pada tiap periode,” ungkap Waluya.
Ia berharap, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, sehingga aktifitas masyarakat dapat berlangsung secara normal.
“Pada kesempatan berikutnya, gelaran Gebyar Seni Siswa ini dapat terselenggara secara rutin melalui persiapan yang lebih matang, menjadi pesan positif bagi masyarakat hingga memperoleh dukungan luas dari segenap pihak dan mampu memberikan suguhan karya yang lebih meningkat kualitasnya dari waktu ke waktu,” pungkas Waluya. (ricky)